televisi hitam-putih

SINOPSIS

JUDUL : TELIVISI HITAM PUTIH

PRODUKSI : COLDMAIN PRODUCTION

Nanang adalah seorang bocah kelas 5 SD yang hidup di sebuah gubug dipinggiran kota besar. Ibunya seorang janda bekerja sebagai penjual gorengan keliling di pasar. Ia banting tulang untuk membiayayi sekolah anak semata wayangnya itu.

Suatu hari Nanang meminta ibunya untuk membelikan televisi, karena Nanang tidak ingin di marahi oleh tukang warung yang biasa ditumpanginya nonton film kartun. Kontan saja Ibunya yang Janda itu merasa pusing. Masalahnya darimana ia punya uang untuk beli televisi sedangkan untuk makan saja tiap hari bisa dibilang kekukurangan. Si Ibu terus membujuk anaknya supaya mengurungkan niatnya itu, tapi Nanang tetap keras kepala. Malahan keinginannya itu sampai membawa ia jatuh sakit.

Karena kasih sayang yang besar pada Nanang, akhirnya si Ibu berkenan membelikan anaknya sebuah televisi, meski hanya dua warna, Hitam dan Putih. Uang untuk membeli televisi itu ia dapatkan dari hasil menggadaikan gubugnya pada seorang rentenir. Sakit Nanang pun berangsur-angusr pulih.

Namun ada keganjilan yang terjadi dalam hidup Nanang. Ketika televisi hadir dalam hidupnya, bocah itu lebih banyak menghabiskan waktu depan televisi kesayangannya daripada bermain dengan teman-temannya. Bukan itu saja Nanang seakan berubah menjadi anak yang nakal, jarang mengaji, bahkan ia sering sekali membangkang pada perintah ibunya. Sampai suatu waktu Nanang punya keinginan lain, ia ingin punya HP.

Untuk keinginan yang satu itu, sang ibu menolak mentah-mentah. Tapi sayang keinginan Nanang sudah merasuk dalam, anak SD itu mengambil langkah lain. Ia mencuri uang di salah satu kios dan aksinya itu ketahuan oleh yang punya kios. Nanang berusaha kabur, tapi langkahnya kandas karena warga kampung telah mengepungnya. Akhirnya keinginan Nanang untuk punya HP seperti anak-anak SD dalam sinetron, harus sirna ditangan warga kampung. Nanang terkapar disaksikan oleh derail air mata ibunya, dan puluhan ribu Nanang-nanang lain dibelahan negeri ini.

Tinggalkan Komentar