Arsip untukJuli, 2008

Teror Alam Ghaib

ini pengalaman gue saat latihan teater tadi sore. biasa naskahnya belum berubah juga, masih tentang pementasan Sandekala. masalah begini, saat itu gue lagi duduk santai di pojok Gedung Rumentang Siang. tempat itu biasa dipakai sama gue buat merogo sukmo (edan bahasana) atau istilah lainnya menghapal dialog. mencoba nyari bentuk baru sekalian menikmati secangkir kopi hasil ngutang dari Mang Ndut. sementara di panggung sana adegan baru sampai pada babak Warung Kersen. berarti sebentar lagi giliran gue buat akting. babak yang akan gue jalanin itu bercerita tentang Diah Pitaloka yang mengirimkan daun lontar berisikan tulisan Anggana (menyendiri). di sana juga Bagus Madenda harus Trans menjadiBuyut Pawitan (kekasihnya Putri Diah).

lagi enak-enak nyantai tiba-tiba hidung gue mencium harum Bunga Melati. harumnya itu sangat kental, dan berbeda sekali dengan harum melati sebenarnya. bau yang gue cium itu seakan membawa getaran dahsyat. seketika keanehan muncul dengan tiba-tiba, gue merasa ada dialam lain. alam yang samar dengan suara-suara tabuhan gamelan. tapi untungnya kejadian itu tidak berlangsung lama, hanya terjadi beberapa menit saja. dan saat itu juga, gue langsung ngeluarin ilmu yang selama ini tidak pernah digunakan yakni…….kabur. gue kabur Man! hebat kan? langsung gue nyamperin ke Kang Emul yang berperan menjadi Aki Kuncen. gue duduk dipinggirnya tanpa ngomong apa-apa. beberapa detik kemudian, kang emul berbisik “Harum Melati,” gumamnya. kontan saja gue kaget plus pias.lalu Kang Emul natap wajah gue. ia seperti melihat sesuatu dalam diri gue. mungkin beliau adalah seorang yang mempunyai ilmu kebatinan, hanya dengan menganggukan kepala bau Bunga Melati itupun hilang entah kemana.

tidak berapa lama babak giliran gue tiba, suara Diah Pitaloka telah terdengar. gue langsung masuk ke panggung, dan selanjutnya gue sukses……..kesurupan.

Dasar Aktor

jadi aktor dalam pementasan teater itu bagaikan bermain di dalam kolam yang banyak kuyanya. meskipun segar tetap bikin pusing. begitulah, belum juga rasa pusing dalam peran Bagus Madenda di Sandekalanya mainteater. sekarang sudah ada lagi tantangan yang lumayan besar. teater LAKON yang menawarkan tawaran itu, gak tanggung-tanggung kali ini bukanlah sosok manusia nyata yang harus diperankan. melainkan seorang manusia titisan Wisnu, Sri Batara Kresna. pementasan itu rencananya akan digelar pada Festival Mahasiswa Nasional di Jakarta.

bagiku ini adalah tawaran yang luar biasa, kalo meranin tokoh seperti Bagus Madenda kita masih bisa melakukan observasi kepada manusia biasa. tapi buat Batara Kresna, apa yang harus kita lakukan? tapi bagiku bukanlah harus takluk, tapi sangat-sangat tertantang. kapanlagi mersakan jadi seorang raja sakti mandraguna seperti Kresna.

wah….lagi bad mud neh. lain kali saja ya ceritanya.