jiwa di tengah sandekala

peran jadi Bagus Madenda? alah tadinya tidak tebayang, saya sendiri sudah merasa enjoy dengan peran Tisna yang saya lakoni dalam naskah Sandekala itu. tapi tiba-tiba ada semacam tantangan yang harus saya lawan saat sang sutradara Kang Wawan Sofwan membaiat saya jadi Bagus Madenda. hal itu adalah bagian dari rolling pemain yang beliau lakukan. setelah sebelumnya teman saya (Bahuy) harus menerima pil pahit atas pilihannya. bahuy harus menerima sangsi untuk tetap konsisten pada tempat dimana ia dilahirkan jadi seorang aktor.

kembali pada nasib saya. Gusti…….bagi saya menjadi Bagus Madenda (salah satu tokoh sentral) tidaklah gampang dan bukan sebuah kegembiraan. ini adalah ujian bagi saya, tidak lebih meripakan tantangan eksistensi apalagi sebelumnya publik teater Jawa Barat mengalami riweh setelah tanpa diduga ada lelaki kucil dan item meraih aktor terbaik dan penata artistik terbaik FDBS X.

1 Tanggapan »

  1. prince blade Berkata:

    on Juni 1, 2008 at 11:18 am

    bagus… jiwa yg belum gelisah

{ Pengumpan RSS untuk komentar di postingan ini} · { URI Lacak Balik }

Tinggalkan Komentar